29. ARETA II

1483 Words

"Halo. Kenapa?" Reta angkat telepon itu tanpa mau basa-basi terlebih dahulu. Cukup bulan-bulan lalu saja dia basi-basi dengan lelaki ini, basa-basi pakai rasa. Diam. Di seberang sana Kak Artha nggak ada tanda-tanda bicara. "Halo?" Areta mengecek layar ponselnya, apakah masih tersambung atau tidak. Dia berdiri di teras, mengambil spasi dengan keluarga sebagai bentuk privasi diri kala Reta angkat teleponnya. "Di mana?" "Ya?" Salah sambungkah ini? Areta mengernyit, tak paham apa maksudnya. Menanyakan keberadaan Reta sementara Reta juga tahu mahasiswa golongan Artha sedang sibuk KKN-nya. Tapi ... "Saya di depan rumah." Kok bisa? Yang begitu lirih Areta mendengarnya. Untuk apa? "Rumah aku? Ngapain? Om Alan udah berangkat dari--" "Cari kamu." Ini makin nggak masuk akal. Areta bas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD