Usai meresmikan acara bersama sang suami yang terus jadi sorotan, Ghina memilih duduk dan menepi. "Tunggu di sini saja, ya. Saya harus menemui beberapa orang. Akan melelahkan jika kamu pergi kesana kemari," ujar Zalman, tak lupa memberi kecupan singkat di kening istrinya. Tidak membantah dan melakukannya tanpa protes apapun, Ghina tahu bahwa ada hal-hal yang memang tidak bisa ia lakukan hanya karena sebatas ego semata. Sesekali, ia terlibat kontak mata dengan Kila. Putrinya yang terus memerhatikan segala gerak geriknya dari kejauhan. "Padahal aku baik-baik saja." "Bila keadaanku sehat begini masih dikhawatiri, bagaimana jika aku sakit?" Diantara pemikiran panjangnya itu, Ghina dibuat terkejut kala mendengar seseorang menyebutkan namanya. "Nyonya Ghina?" Merasa dipanggil, Ghina mend

