Keputusan Ghina.

1029 Words

Ghina baru saja hendak terlelap. Menjalani rutinitas pengobatan bukankah hal mudah yang harus dirawat yang seseorang. Mereka yang diberikan takdir untuk senantiasa kuat menjalani hal tersebut adalah orang-orang terpilih. Dan istri Zalman itu adalah salah satunya. Baru saja ingin memejamkan mata, niatnya urung kala mendengar suara ketukan pintu, menandakan ada yang datang. "Mas Zalman baru saja pergi. Siapa yang menemuiku?" Matanya mengerjap awas, memusatkan kembali fokus. Ia takut kalau-kalau tenaga medis datang, memeriksa kondisinya. Perempuan yang terpasang peralatan medis itu yakin yang menemuinya saat ini bukanlah Zalman, sebab suaminya itu baru saja ijin keluar untuk mencari sesuatu. "Lama tidak melihatmu, Ghina!" kata pria bersnelli putih, dengan kacamata yang bertengger di w

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD