Pasrah Pada Takdir.

1029 Words

Selama menunggu Ghina yang masih diperiksa di dalam, Zalman hanya duduk melamun. Bersandar di salah satu bangku. Tubuhnya seperti kehilangan tenaga dan tidak mampu melakukan apapun. Bahkan untuk berdiri dengan benar, pria itu sudah tidak mampu. Di kepalanya, hanya terisi tentang kejadian buruk yang mungkin saja akan kembali terulang, menimpanya dengan keji. "Se-selamatkan Ghina." "Tolong selamatkan istri saya." "Tukar nyawa saya dengannya, tapi tolong selamatkan dia." Zalman tidak hanya bicara, itu bukan sekadar omong kosong belaka. Ia serius mampu melakukan hal tersebut, demi melihat istrinya itu untuk tetap hidup, bila memang bisa. Tidak peduli walau dengan begitu ia harus menukar nyawa. Matanya yang terpejam tengah berusaha mengusir riuh di kepala. Selain rasa yang begitu sakit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD