Kecanggungan diMeja Makan.

1060 Words

Pagi tiba jauh lebih cepat. Zalman tidak melihat Ghina bangun di sebelahnya, padahal baru pukul empat pagi. Adzan subuh saja belum berkumandang, tidak biasanya Ghina keluar lebih dulu —meski bangun awal daripada Zalman. Hal yang seringkali dilakukan wanita itu ialah memerhatikan wajah suaminya hingga beberapa menit, lamanya. Memberi pujian tentang seberapa mempesonanya Zalman, dan seberapa bersyukurnya ia bisa jadi istri pria itu. "Kemana perginya Ghina?" dengan suara serak, khas bangun tidur, Zalman bergumam tak jelas. "Apa di kamar mandi?" "Sayang?" "Sayang, kamu di kamar mandi?" Tidak ada sahutan apapun. Jelas saja keheningan karena tidak adanya Ghina di sisinya bisa langsung Zalman sadari, dan tanpa menunggu lama ia berniat untuk bergegas mencari. Kemudian teringat apa yang tel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD