Ghina merasa tubuhnya sangat lelah. Kedua kakinya seperti mati rasa. Berbelanja demi memenuhi semua keingian Farhan membuatnya lelah fisik, juga mental. "Mengingat apa yang aku lalui hari ini masih terasa seperti mimpi," bisik Ghina, mengulangi hal yang sama. "Ya Allah, Ya Rabb, terima kasih karena Engkau telah membantuku, melindungiku." Wanita yang tetap bertubuh ideal meski sedang mengandung itu merebahkan tubuhnya di kasur, memejam sejenak. Helaan napas begitu berat terdengar keluar, "Bahkan debaran di jantungku sejak tadi tidak bisa normal kembali," cicitnya, pelan. "Entah darimana aku dapatkan keberanian itu, keberanian melawan orang yang telah bertahun-tahun dengan kejinya menindasku." Dimulai dari mendapatkan kabar bahwa ia bisa beli apa saja, sampai pada momen dimana ia melawa

