"Kenapa sampai sekarang Bunda belum membuka matanya, Aldi?" Suara Kila semakin lama semakin tidak terdengar. Tenggorokannya terasa panas, seperti tercekik sesuatu. Sudah hampir setengah jam, tapi tidak ada kemajuan. Kila bahkan belum mendengar sepenggal kalimat pun dari sudut bibir Ghina. Wanita itu masih betah memejamkan matanya. Diraihnya pergelangan tangan sang Bunda, Kila memberi kecupan singkat di sana. "Kamu bisa tahu apa yang terjadi padanya, Di?" Keheningan yang mencekam perlahan sirna sesaat Kila melontarkan sebuah penawaran, pada Aldi yang berada di sebelahnya. "Tolong periksa Bunda. Kamu bisa melakukannya," pinta gadis itu. "Aku tidak akan memaafkan diriku jika sampai terjadi sesuatu padanya." Tanpa membalas, Aldi segera melakukan apa yang Kila inginkan. "Denyut nadi beli

