Rangsangan pagi menuju pasar

1144 Words

Pukul 05:15 pagi. Lampu ruang tengah masih menyala kuning redup, udara pagi Desa Gadita dingin banget menusuk tulang. Revan baru saja melipat sajadah setelah sholat Subuh yang panjang dan penuh tangis. Dia diam sebentar di atas tikar, matanya lirik ke sudut kamar tempat selipan baju-baju lamanya. Revan merangkak pelan, tangannya gemetar pas tarik kantong plastik hitam itu. Dia keluarin tumpukan uang merah itu di atas tikar, napasnya tersengal, matanya sesekali lirik ke pintu kamar yang tertutup rapat. Revan mulai menghitung satu per satu, jemarinya lincah memindah-mindahkan lembaran kaku itu. "Sejuta... dua juta..." "Delapan juta... dua puluh juta... dua lima puluh juta... tiga puluh juta... empat puluh juta..." Tangannya semakin cepat, napasnya makin pendek karena kaget liat tumpukan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD