Kenangan Kelam di Balik Perpisahan

1632 Words

Sinar matahari pagi yang mulai merangkak naik menyentuh genteng-genteng tanah liat di kediaman Pak Haji Malik, memberikan bias keemasan yang hangat di teras rumah besar itu. Meskipun bangunan kantor dan gudang Astapura hanya berjarak beberapa puluh meter dan cuma dibatasi pagar tembok rendah yang ditumbuhi tanaman merambat, suasana di rumah utama terasa jauh lebih tenang secara visual. Namun, di balik ketenangan itu, udaranya terasa jauh lebih mencekam bagi Revan. Setiap embusan angin pagi seolah membawa bisikan dosa dari kejadian semalam yang belum tuntas. Di halaman depan kantor, riuh rendah aktivitas pagi mulai terasa menyengat. Terlihat Mas Parto yang bertubuh gempal dan Mas Candra yang jangkung sedang berbincang serius dengan Bang Fuad, mandor senior yang disegani di wilayah itu. Sam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD