Kepulan asap rokok kretek masih menyelimuti warung Pak Kumis, menyatu dengan aroma kopi hitam yang pekat. Revan duduk menyandar, mencoba menikmati ketenangan semu sementara Ayu Anarawati melayang centil di atas kepala para warga. Tangan ghaib Ayu sesekali iseng mencolek tengkuk Mas Joko, membuat pria buncit itu berjengit kaget dan berulang kali mengusap lehernya yang merinding hebat. "Gue bilang juga apa, Mas Joko! Besok-besok gue mau ngelamar kerja jadi kuli panggul di pasar kota. Dengar-dengar gajinya gede, bisa buat beli hp yang ada kameranya!" cerocos Dika dengan wajah d***o, matanya berbinar menatap sandal jepit pemberian Revan seolah itu jimat keberuntungan. "Nanti kalau gue udah punya hp, gue mau ajak selfie Mbak Wulan, biar dia tahu kalau gue ini calon orang sukses!" "Halah, Dik!

