Penunda Waktu Diambang Syahwat

1607 Words

​Malam di Desa Ghadita terasa begitu berat, seolah oksigen pun enggan mengalir melintasi ventilasi rumah panggung kayu milik Revan. Di dalam kamar yang remang, hanya diterangi cahaya kuning redup dari lampu teplok yang bergoyang, suasana justru mendidih. Keringat yang bercampur dengan aroma melati purba yang menyengat memenuhi setiap jengkal ruangan yang sempit itu. Revan, sang pemuda yang biasanya terjaga dalam ketaatan, kini raganya telah menjadi b***k gairah yang tak terbendung, terperangkap di tengah-tengah badai sensual yang mematikan. ​Ia berada di atas Vita, menghujamkan miliknya ke dalam kehangatan adiknya itu dengan ritme yang sangat dalam dan konsisten. Plok... plok... plok... Suara kulit paha yang beradu menciptakan irama yang memabukkan dan liar. Vita melengkungkan punggungnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD