Beronde-ronde Tak Ada Bosannya

1121 Words

Cahaya mentari pagi mengintip lembut dari celah tirai putih yang setengah terbuka, menyinari lekuk tubuh Alara yang terbaring di bawah selimut putih satin yang kusut. Kulitnya yang sehalus porselen berselimut cahaya keemasan, membuatnya tampak semakin memesona. Napasnya teratur, meskipun samar terdengar lelah. Di sebelahnya, Elenio masih terjaga, matanya menatap lurus ke arah wajah sang istri yang terlelap dengan damai. Sudah dua malam sejak semua ini dimulai. Hampir 48 jam jam penuh gairah yang seakan tak ingin berakhir. Bahkan Alara harus izin kuliah dua hari lamanya karena permintaan Elenio. Elenio mengusap pelan pipi Alara dengan punggung jarinya, mempelajari setiap detil wajahnya seolah menghafalnya. Alara tampak begitu cantik dalam keadaan seperti ini—rentan, namun tetap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD