EXPART : Malu!

1130 Words

Tenda itu diterangi oleh cahaya dari api unggun di luar yang mulai redup. Suara angin menciptakan melodi ritmis yang menenangkan bagi sebagian orang, tetapi bagi Nathan, itu hanya menambah ketegangan yang tengah dia rasakan. “Alina, kau mabuk,” kata Nathan pelan, mencoba mengingatkan wanita itu dengan nada selembut mungkin. “Aku tidak mabuk,” jawab Alina tegas, meskipun nada suaranya terdengar sedikit gemetar. “Aku tahu apa yang kulakukan, Nathan. Aku tidak ingin berpikir terlalu banyak malam ini. Aku hanya ingin melupakan rasa sakit ini, walau hanya sebentar. Bantu aku.” Nathan menahan napas saat Alina kembali mendekatkan wajahnya, lalu dengan cepat memagut bibirnya. Sentuhan itu tetap saja mengejutkannya meskipun tadi Alina sudah melakukannya. Ciuman itu cepat dan penuh gair

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD