Jilid II - 29: Jangan-Jangan ....

1208 Words

Basah. Napas Awan berlarian, dia persis ngos-ngosan, mulutnya agak terbuka, keringat berjatuhan, d**a Awan pun kembang-kempis, sedang kepalanya menunduk ke bawah. Melihat .... Oh! Fantastis. Awan elus-elus rambut Nara kemudian. Yang dielus mendongak, memicing sebal. "Aku, kan, bilang jangan cepet-cepet!" "Enak yang faster, Ai." Astagfirullah! Nara cubut saja bulu kaki Awan, membuat sang empu teriak kesakitan. "Argh!" Asli, sakit banget. Awan usap-usap kakinya, Nara pun menyusul duduk di bangku sebelelah Awan. Bangku teras di rumah Papa Sakha. Sedang mulanya Nara selonjoran di lantai, habis lari pagi, tak benar-benar berlari. Hanya Awan saja yang lari dan capek sendiri. Di mana tadi pagi, sebelum ini, tentunya Nara menolak mandi bareng suami. Hingga Awan mengajak joging di sebelu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD