Jilid II - 22: Panggilan Mama Lian

1823 Words

"Kenapa?" Habis joging, pulang ke rumah ponsel Awan menjerit-jerit minta perhatian. Dering ponsel mengalihkan dunia Awan dari Ainara yang sedang menyusut keringat pagi. Lumayan, walau hanya keringat akibat kepanasan di jalan, yang penting sudah berkeringat tubuhnya. Tiba di rumah pukul setengah delapan pagi soalnya malah menemani Wala main dulu di taman kompleks, kepanasan deh. Panas pagi, jadi sehat. Meski panasnya tak se-asri panas matahari di pegunungan. Awan pun meletakkan ponsel di nakas setelah tadi dia menangani jeritan ponselnya dengan menerima panggilan yang masuk. "Mama Lian ... hm, mama aku, nih. Pengin ketemu kamu katanya," ucap Awan. Nara menoleh. Oh, iya ... Nara tahu jika Rana adalah orang tua tiri Awan, yang artinya tadi itu telepon dari mama kandung Awan. Minta ketem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD