Jilid II - 80: Rumah Semesta

1367 Words

"Bicmillah, iyohman, iyohim ... udah, ah, capek." Badai mengerucut. Dia cemberut. Lagaknya seperti orang yang lemas, letih, lesu. Betul, trio bencana diajakin ngaji oleh Om Guntur. Katanya, sih, diajarin. Cuma ... dasarnya anak-anak Awan direngkuh sayton kecuali Topan, jadilah mereka ogah-ogahan. Itu baru Badai, lain dengan Gempa yang sudah ngacir meninggalkan iqro 1 di sana. Topan masih berusaha keras mengingat huruf alif, ba, dan tsa. Tadi habis diajak salat Isya bersama dengan omnya yang itu. Oh, oh! Ada yang lucu. Di mana tadi ketika salat, Guntur belum takbir, para ponakannya sudah sujud. Guntur ruku, Badai malah cekakak-cekikik. Guntur sujud, maka mereka takbir. Seperti Gempa yang bilang 'Allahu Akbar' menjadi 'owoh baban!' Maaf, itu bukan ledekan. Karena tutur kata Gempa masih s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD