Jilid II - 25: Bocah, kan?

1831 Words

"Dikit lagi, Ai." Segera Nara menggeleng, tak sanggup. "Baru masuk setengahnya masa udah, sih?" Nara gelengkan lagi kepalanya, memelas. "Udah, Awan." Please. "Tanggung. Dikit lagi ... mau, ya?" Awan bujuk agar klimaks. Makanan kalau tidak dihabiskan, kasihan nasi nanti menangis walau wujudnya sudah metamorfosis menjadi bubur. Menu makan siang Nara adalah bubur rumah sakit, dipadukan sayur bening dan varian lauk empat sehat lima sempurna. Sayang, hambar. Makanya Nara cuma masuk setengahnya, makanan itu bersisa banyak, Nara tak sanggup menghabiskannya. Sementara Awan giat membujuk. "Ayo dong, Ai. Kasian dedeknya, kan? Masa isinya tiga plus kamu jadi empat, tapi makanan yang masuk cuma setengah piring kecil? Udah mah dibagi-bagi, kan, nutrisinya?" Jujur, Nara nggak tahu kalau suami

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD