Pelengkap Kebahagiaan

2189 Words

“Sayang, Sudah belum? Abang sama Baby Mika sudah siap.” “Iya, sebentar lagi, Bang.” “Ngapain sih? Lama banget!” “Lagi cari baju yang bagus, dari tadi belum ketemu-ketemu juga.” Karena menunggu istrinya terlalu lama, Nadhief penasaran dengan apa yang sebenarnya sang istri lakukan sejak tadi. Dia masuk ke dalam walk in closet bersama dengan Baby Mika yang sedang asik memakan cookies. Nadhief mendelik melihat keadaan ruang pakaian yang awalnya tertata sangat rapi berubah menjadi kapal pecah. Dia hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan ibu muda yang sedang mencebikkan bibirnya. “Sayang, sedang apa sih?” Nadhief berjalan mendekat. “Kenapa seperti ini?” “Abang, bajunya ngak ada yang muat. Semuanya ngepas banget di badan, ngak suka!” “Baju yang di belikan Mama kemarin mana? Pakai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD