Kehidupan Baru

2083 Words

“Bagaimana keadaannya, Ma?” “Masih ngak mau makan, Pa. Lika terus saja menangis.” “Minta apa lagi?” “Mau bertemu sama suaminya.” “Lah ... kemarin-kemarin di tolak, di suruh pergi.” “Mama juga ngak tahu, anakmu itu sedang tidak stabil kondisinya. Kalau sedang ada Nadhief saja seolah-olah enggak butuh. Tiap di tinggal pasti nangis sampai ngak mau makan. Mau sampai kapan seperti itu terus, Pa?” Ady menghempaskan tubuhnya pada sofa, sudah hampir 2 bulan hubungan Malika dan Nadhief sangat tidak sehat sekali. Bukan karena menantunya namun ini kesalahan anaknya sendiri. Malika belum bisa menerima jika dirinya tak kunjung hamil. Putri kesayangannya selalu menyalahkan dirinya sendiri setiap mendapatkan tamu bulanan. Nadhief dan dirinya sudah memberikan pengertian, jika tidak ada yang menghar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD