Suasana di depan IGD rumah sakit Medical Centre tampak begitu tegang. Ibra tampak duduk tertunduk dengan wajah tenggelam di antara kedua telapak tangannya. Dia sekarang seperti dipaksa berdiri di bibir jurang dan sewaktu waktu akan didorong jatuh ke dalamnya. Ibra seakan kehilangan separuh nyawanya. Bagaimana tidak? Di dalam sana bukan cuma istrinya yang sedang berjuang untuk bertahan hidup, tapi juga Dini dan Leon. Beruntung setelah mendapat telepon dari Luna tadi dia langsung menghubungi Dokter Sifa. Ibra memintanya menyiapkan dokter rumah sakitnya untuk menolong Freya dan Dini. Medical Centre adalah rumah sakit yang bisa dijangkau paling cepat dari butik Via, jadi sudah pasti mereka akan mengevakuasi korban ke sini. "Ibra ..." Ibra mendongak, seketika air matanya luruh begitu melih

