Bab.109 Perginya Seorang Sahabat

1411 Words

"Bagaimana Resh?" tanya Ibra dengan tatapan gelapnya. Dia sudah tidak sabar mencari siapapun itu orang yang sudah menghancurkannya seperti ini. "Aku sudah mendapatkan semua rekaman cctv di sana, sopir truk itu juga sudah dibawa ke kantor polisi. Kamu jangan khawatir, Om Bimo sudah mengatur semua untuk membuat pria itu buka mulut." jelas Naresh. "Buka mulut atau tidak, dipenjara ataupun bebas, nasibnya tetap akan berakhir di neraka." ucap Ibra geram. "Apa perlu aku dapatkan dulu keluarganya? Dia tidak akan berani berbelit belit kalau kita memegang kartunya," usul Naresh. Ibra menggeleng. Untuk apa mereka melibatkan keluarganya yang tidak tahu apa apa, jika yang dia inginkan hanya nyawa pria yang sudah dengan berani mencari gara gara dengannya itu. Mata dibayar mata, tidak akan ada satup

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD