"Kenapa melihatku seperti itu? Aku cuma pulang sebentar buat mengurus Mirror, bukan mau cari istri muda." Ibra meringis saat Freya menarik hidungnya. Wajahnya semakin terlihat merengut kesal. "Coba saja selingkuh kalau berani! Paling-paling Abang dibikin masuk rumah sakit sama mama." Tentu saja Mama Dewi yang dimaksud oleh Freya, karena semarah-marahnya mamanya tidak mungkin bertindak bar-bar seperti mertuanya itu. "Terus kenapa kamu menatapku curiga begitu?" ucap Ibra "Tidak apa-apa, cuma dari tadi pikiranku tidak enak, rasanya berdebar-debar terus." jawab Freya. "Mungkin karena seharian kamu terlalu cemas memikirkan operasinya papa." Freya mengangguk. "Mungkin juga." Ibra melirik jam tangannya, sudah saatnya untuk pergi. Ada banyak hal yang harus dia rundingkan dulu dengan Herman

