Bab.104 Dimulainya Badai

1310 Words

"Kapan hari Aksa mengajakku keluar makan, aku tahu itu karena dia merasa tak enak hati padaku. Kalau tidak mana mungkin dia mau buang-buang waktu untuk sekedar duduk, makan dan mengobrol denganku." Inilah yang membedakan antara Lena dan Sifa. Lena menelan mentah-mentah perlakuan baik Aksa, hingga berakhir dengan salah paham. Sedangkan Sifa tidak gampang termakan sikap baik seseorang. Dia lebih peka untuk menyadari kalau Aksa hanya sekedar baik padanya, tanpa maksud apapun. "Lalu kenapa kamu masih berharap padanya?" "Karena terlanjur cinta." Dia menjawab tanpa sedikitpun ragu. "Kamu tahu dia belum bisa move on dari Sasha?" Aku tahu pertanyaanku ini sedikit keterlaluan, tapi kalau dengan begitu bisa membuat pikiran Sifa lebih terbuka kenapa tidak. "Tahu." "Kamu juga tahu dia sudah vase

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD