Hingga di usianya yang hampir menyentuh angka tiga puluh, tidak pernah sekalipun terbesit keinginan untuk menikah di benak Ibra sebelumnya. Jangankan memikirkan tentang pendamping hidup, berdekatan dengan wanita yang belum benar benar dia kenal dengan baik pun dia sudah merasa risih. Sayangnya saat hatinya mulai tersentuh cinta, ternyata tidak semudah itu untuk Ibra menggapainya. Gadis itu seperti sengaja membuat batas kasat mata supaya orang lain tidak datang mengusiknya. Andai saja dia tahu perasaannya tidak bertepuk sebelah tangan, andai dulu dia mau sedikit mengesampingkan gengsinya untuk mengejar hati Freya, mungkin pernikahan mereka hari ini sudah terjadi beberapa tahun yang lalu. Tidak banyak yang menghadiri prosesi akad nikah Ibra dan Freya pagi ini, hanya keluarga besar, kerab

