Extra Part 9: Demam

1354 Words

"Abang, Daddy minta maaf udah bikin Abang sedih. Daddy juga minta maaf sama mommy kemarin udah marah-marah, tapi kami udah baikan, kok. Dan marahnya Daddy nggak mungkin sampai nyuruh mommy pergi, mommy nggak bakal ke mana-mana," bisik Erlang. Malam di mana Erlang putuskan untuk tidur di kamar putra nomor wahidnya. Sementara Haifa, dia sedang di kamar mandi. Tampaknya tengah menangis, tetapi tidak mau diketahui oleh Galen. Erlang di sini, tak mungkin dia tinggalkan Galen yang sama-sama sedang mengatur isak tangisnya agar lekas usai. Sisa sesenggukannya saja. Yang Erlang usap-usap, dia kecup juga kepalanya. "Maaf, ya, Bang." Sekali lagi Erlang utarakan. "Harusnya Daddy bisa lebih bijak, apalagi Abang udah mulai ngerti sekarang, udah bisa nyari dan bertanya-tanya soal ibu kandung Abang."

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD