Akan Terungkap

1010 Words

"Bulan ...." Varelly dan Noah hampir bersamaan bangkit dari atas sofa, mereka menghampiri Bulan yang masih mematung di ambang pintu. Air matanya menetes sampai membasahi kue lapis yang kini tergeletak di atas lantai dengan bentuk yang sudah tak utuh, seperti perasaan Bulan saat ini. "Mbak Bul, kamu kenapa?" tanya Noah dengan enteng, tanpa ia sadari wanita itu terluka karena ucapannya. "Kok ART kamu nangis, No?" Varelly menimpali. Kata 'ART' itu terdengar sederhana tapi cukup menusuk, entah kenapa hati Bulan seolah menolak untuk dikatakan ART oleh wanita itu. Karena sesungguhnya ia adalah wanita yang dulu sangat diperjuangan oleh Noah. Bulan masih terdiam, tangannya gemetar, air mata mengalir semakin deras, ia tahu situasi saat ini tidak aman baginya. "Kamu sakit?" Noah menata

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD