Amel menatap semua karyawan yang menatapnya dengan pandangan ingin tahu. Amel semenjak baikan dengan Hansel. Ia tidak pernah datang lagi ke sini, bahkan makan siang untuk makan siang, ia suruh supir yang antarkan makan siang untuk suaminya. Amel ada tidak mengenali karyawan di sini lagi. Sudah banyak orang baru. Amel masih menatap pada setiap sudut perusahaan dan berjalan di belakang suaminya, yang masih berekspresi datar dan mengabaikan karyawan wanita yang menyapa dengan menunduk dan memperlihatkan p******a palsu mereka. “Selamat pagi Pak Hansel. Saya sudah buatkan kopi untuk Pak Hansel, dan ada di ruangan Pak Hansel.” Amel melihat wanita yang ada di depan suaminya, bicara sambil menggoyangkan badannya dengan gaya centil. Membuat Amel mendengkus dan tahu kalau wanita itu mencoba un

