Jenan dan Jovan datang menjenguk Hansel yang mereka dengar Hansel sudah sekarat, dan sekarang terbaring dengan nafas tinggal satu saja. Ya. Sebentar lagi bakalan jadi mendiang Hansel. “Amel…” Senyuman si kembar terbit ketika melihat Amel yang membuka pintu rumah dengan senyuman manis. Amel tertawa kecil ketika dirinya disapa begitu ramah sekali oleh Jenan dan Jovan. “Mas Jenan dan Mas Jovan mau jenguk Mas Hansel ya?” Tanya Amel lembut digelengi oleh keduanya. “Nggak. Mau jenguk kamu sebenarnya. Malas kali jenguk Hansel. Nggak guna jenguk Hansel, biarkan aja dia sekarat. Yang penting kamu nggak papa loh.” Ucap Jenan yang akan mencium punggung tangan Amel. Namun sebuah mainan di lempar ke lututnya. Jenan langsung menjauhkan dirinya, melihat siapa yang melempar mainan barusan. Oh… Hai

