Hansel melihat Amle yang berbaring di ranjang sebelah. Amel masih memejamkan matanya dan tidak membuka matanya. Hansel yang melihat itu tertawa kecil. “Dia ada di sampingku sekarang?” tanya Hansel yang ingin menggapai tangan Amel. Tak! Jenan memukul tangan Hansel, lalu matanya menatap tajam pada Hansel yang melirik tajam pada dirinya. Bukannya takut, malahan Jenan tertawa kecil. Lalu duduk di kursi yang ada di tengah ranjang Amel dan Hansel. Jovan menjauhkan sedikit ranjang Amel dari ranjang Hansel. Semakin membuat Hansel menatap tajam pada si kembar yang tersenyum mengejek pada dirinya sekarang. “Kenapa? Kau tidak terima! Kalau tidak terima ya sudah. Lagian kau tidak perlu menggapai tangan Amel dulu. Kau harus menyembuhkan dirimu dulu, agar kau bisa memperbaiki semua yang pernah k

