Satu pun panggilan yang aku lakukan ke nomor Alyan, tidak tersambung. Masih tidak aktif sejak tadi. Pembicaraan dengan Sean tidak menemukan titik terang. Ia tidak mau melepaskan diriku, sementara informasi yang ia bagi sungguh membuatku sangat muak. Rasa kesalku memuncak, apalagi ketika Alyan tidak menjawab. Kepalaku seperti hendak meledak. Aku coba sekali lagi, Alyan tidak menjawab. “Ke mana kamu?! Kenapa tidak aktif?!” gerutuku. Lalu menjatuhkan diri ke sofa, hasilnya sia-sia sekali. Aku mendesah, lelah. Bahkan keberadaan Summer yang sejak tadi mencari perhatianku, tidak aku pedulikan sama sekali. Aku harus menghubungi Alyan ke mana lagi? Ia harus menjelaskan yang terjadi. Aku masih memakai pakaian kerja, belum aku lepas sama sekali, aku enggan mandi sebelum Alyan menjelaskan. Aku

