Spesial Xabiru Alyan.. Masih jelas di ingatanku bagaimana pertama kali bertemu dengan orang yang kaya raya tetapi memiliki hati yang sangat baik. Ya, kejadiannya saat aku berusia delapan tahun. Saat dunia seolah memusuhiku, saat merasa Tuhan tidak ada adil-adilnya padaku, saat aku hanya memiliki seorang Nenek sebagai keluarga tanpa Ayah dan Ibu. Aku pernah menahan lapar lebih dari dua puluh empat jam, hanya bisa bertahan dengan air putih yang membasahi mulut dan tenggorokanku. Agar aku punya tenaga berdiri di bawah terik matahari sampai langit menjadi gelap. Pekerjaan baik sampai terburuk dan terkutuk pernah aku lakukan. Itu semua kulakukan hanya demi bisa bertahan hidup di tengah Ibu kota yang kata orang-orang kejamnya lebih dari Ibu tiri. Seorang wanita cantik dan suaminya membawaku k

