“Morning Fay.” Daddy muncul terakhir setelah aku dan Aric duduk di meja makan pagi ini. Daddy mendekat dan mengecup puncak kepalaku, lalu melakukan hal sama pada Aric. Kami baru bertemu lagi dengan Daddy. Senin begitu sampai ia sibuk, pulang malam. “Pagi, Dad.” Daddy menarik kursi paling ujung. Salah seorang asisten rumah tangga langsung mendekat dan menyiapkan piring untuknya. Jika ada Mommy, ia yang akan lakukan semuanya, terutama mengurus Daddy. Mommy sedang di Singapura. “Bagaimana kabar Opah?” tanyaku. Sedikit menekan gugup memiliki dosa pada Daddy. “Jauh lebih baik.” Daddy menjawab dan menatapku, dia tersenyum, “kita video call Mommy.” Daddy mengotak-atik ponsel untuk video call dengan Mommy. Tidak butuh waktu lama. Di Jakarta sekarang pukul tujuh lima belas, berarti di S

