18+ Enam bulan kemudian.. Aku tersenyum mendapati Alyan dan Daddy saling bicara, meski tidak sebanyak bahasan saat Daddy bersama Sean dulu. “Fay, kenapa diam di situ?” tanya Mommy. Aku menoleh dan menatapnya. “Melihat pemandangan yang langka dan begitu aku impikan, Mom. Dua pria yang berarti dalam hidupku tampak dekat, tenang tanpa ada ketegangan lagi.” Sudut bibir Mommy turut tertarik, ia mendekap bahuku. “Ah, rasa-rasanya masih seperti mimpi kalau kami sudah memiliki menantu.” Aku tersenyum, aku dan Alyan sudah menikah hampir setengah tahun yang lalu. Pesta yang di adakan orang tuaku benar-benar meriah. Lalu kami berdua pergi berlibur Honeymoon hampir satu bulan ke beberapa tempat di Eropa dan Amerika. Hanya Alyan belum mewujudkan impiannya untuk bisa bercinta denganku di pingg

