Yang terbaik untuk kita

1540 Words

Rasanya begitu asing tapi aku seperti pernah datang di tempat yang aku pijak kini. Sebuah bangunan tua, tidak terpakai puluhan tahun. Bau pesing dari kotoran tikus dan hewan lainnya. Serangga berjenis Arthropoda membuat sarang di langit-langit. Debu dan kotor buat kakiku memilih langkah mana yang sekiranya tidak menjijikkan. Belum lagi udara yang lembap hingga jika bisa aku malas menarik napas di sana. Aku memeluk diriku sendiri, bersikap siaga mungkin saja ada tikus yang akan terinjak. Aku menarik napas, malam terasa sesak. Sebuah lampu menyorot sesuatu di bawahnya. Keningku mengernyit. Kemudian manik mataku membesar melihat ada seseorang meringkuk sambil merintih kesakitan. Perasaanku langsung diliputi perasaan takut. Aku berhenti berjalan, tanganku membungkam mulut. “Si-siapa?” Ta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD