Move on terbaik?

2210 Words

“Fay, temui Daddy setelah makan.” Aku mendongak menatap Daddy, “Oke.” “Habiskan dulu makananmu, sejak tadi Mommy lihat kamu tidak berselera.” Cegah Mommy yang penuh perhatian mengundang tatapan Daddy, urung pergi dari meja makan. “Ya, Daddy juga memerhatikan itu. Ada apa?” tanyanya. Aku lebih dulu melirik Aric. Dua hari lalu setelah Aric mengonfrontasi diriku tentang Alyan juga Sean mampu buatku terus terdorong untuk mengambil keputusan. “Apa yang ingin Daddy bicarakan nanti tentang pekerjaan atau tentang hubunganku dan Sean?” tanyaku. Tidak bisa menghentikan mulutku untuk bertanya. Daddy menarik napas, kembali menarik mundur kursi yang sebelumnya di duduki. Kursi paling ujung di meja makan. Mendaratkan bokongnya di sana, matanya menyorot dalam. “Sean.” Jawabnya. “Aku tahu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD