Ultimatum

2059 Words

“Daddymu?” tanya Alyan yang mendekat. Aku mengangguk, tidak menutupi dari Alyan kalau memang yang baru menelepon adalah Daddy “aku harus pulang. Sebenarnya aku ingin lanjut pembicaraan kita yang pagi tadi.” Kening Alyan mengerut, “aku sudah menjawabnya.” Mendekat, aku menarik ujung T-shirt Alyan hingga ia terhuyung ke arahku. Berdiri sembari menatap lekat satu sama lain. “Belum semua. Bicara di telepon dan secara langsung berbeda, babe.” Kataku dengan manja. Alyan mempertahankan wajah datarnya. “Antar aku sampai ke mobil.” Ajakku. Kemudian melewati Alyan menuju Tomy. Dia menjeda permainan, berdiri begitu tahu aku akan pamit. “Aku mau pamit pulang.” “Cepat sekali? Aku pikir akan menginap di sini.” Tomy melirik Alyan yang berjalan mendekat. Memberi tatapan tajam pada Tomy ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD