Bab 97 | Tangis Penyesalan

2604 Words

Wanita itu kembali ke ‘rumah tinggal’ nya saat ini sambil membawa tumpukan kain bekas di tangan. Dia baru saja selesai pembinaan dan siap mengeksekusi apa yang ada di tangan. Setelah selimut yang belum selesai digarap kemarin terlanjur dirusak oleh Cantika, Aida harus kembali mengumpulkan kain-kain bekas yang bahannya sama untuk dia jadikan selimut. Kini dia sudah duduk di corner miliknya, Cantika sudah dipindah atas permintaannya beberapa hari lalu yang didukung oleh seluruh penghuni sel. Kini, selnya terasa lebih tenang, tidak ada lagi keributan yang tercipta, hanya adu mulut kecil sesama para tahanan yang lebih lama menempati sel itu, namun Aida acuh tak acuh selama mereka tidak mengganggu. Tidak ingin mengakrabkan diri juga pada mereka. “Weh, kainnya bahan anget tuh kayanya,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD