Pagi itu, Vivienne bangun dengan hati yang gelisah. Sudah tiga hari ia tidak bertemu Jeremi, dan selama itu semua persiapan pernikahannya tetap ia lakukan sendiri. Rasa rindu bercampur kekhawatiran membuat Vivienne nekat. Ia memutuskan pergi ke perusahaan Jeremi sekarang, meskipun belum mendapat kabar darinya. Nancy menatap putrinya dengan cemas saat Vivienne bersiap. “Viv… kamu yakin mau ke sana sekarang? Ini kan kantor Jeremi… dan kamu nggak memberitahunya kalau mau pergi sendiri.” Vivienne menghela napas panjang, menatap Mama-nya dengan mata serius. “Mama… aku nggak tahan lagi. Sudah tiga hari aku nggak bertemu Jeremi, dan semua persiapan pernikahan ini aku lakukan sendiri. Aku harus tahu dia baik-baik saja. Aku harus ketemu dia sekarang.” Nancy ragu sejenak, tapi melihat tekad Vivie

