Pagi itu, Vivienne dan Jeremi sudah siap dengan agenda hari ini: memilih dekorasi pernikahan mereka. Mereka duduk di ruang konsultasi salah satu vendor dekorasi pernikahan terkenal di kota, meja dipenuhi katalog, sampel kain, bunga tiruan, dan miniatur panggung pelaminan. “Jer… aku sudah nggak sabar pilih dekorasi. Aku ingin semuanya cantik, hangat, dan ada warna pink,” kata Vivienne sambil membuka katalog bunga. Matanya berbinar, tangannya terus memegang sampel kain satin warna pink muda. Jeremi tersenyum, menatap katalog yang berbeda. “Aku tahu kamu suka pink, Viv… tapi aku juga nggak bisa tinggal diam. Aku suka warna hitam, Jer. Elegan, misterius, dan tegas. Jadi aku pikir kita bisa gabungkan keduanya.” Vivienne mengerutkan alisnya, menatap Jeremi dengan pandangan separuh kesal, sepa

