Mobil keluarga melaju mulus di jalanan ibu kota. Valiant duduk di kursi depan bersama sopir, sementara di kursi belakang Vivienne dan Nayla sibuk membicarakan butik mana yang akan mereka tuju. Rosalinda duduk di pojok kursi belakang, diam, hanya sesekali menatap keluar jendela, jantungnya berdegup tidak karuan. Vivienne bersuara paling keras. “Kak Valiant, kita ke butik yang di Senayan saja. Koleksi gaunnya terbaru. Aku tidak mau Rosalinda terlihat ketinggalan zaman saat berjalan di sampingmu nanti.” Nayla cepat menyahut, “Tapi butik di Plaza Indonesia juga bagus, Kak. Aku lihat kemarin ada dress cantik warna pastel yang cocok sekali untuk Kak Rosalinda. Dia punya aura lembut, jadi harus dipadukan dengan warna yang manis, bukan warna mencolok.” Vivienne mendengkus, melirik adiknya. “Aur

