Bab 190

1849 Kata

Memasuki bulan ketujuh kehamilannya, Vivienne sering kali terlihat kelelahan. Perutnya semakin besar, gerakan dua bayi yang dikandungnya begitu aktif, membuat tidur malamnya kerap terganggu. Jeremi selalu waspada, menjaga setiap langkah istrinya seakan Vivienne terbuat dari kaca rapuh. Setiap pagi, Jeremi selalu terbangun lebih dulu. Ia menatap Vivienne yang tidur dengan wajah pucat, keringat tipis membasahi keningnya. Jeremi mengelus lembut rambut istrinya, lalu merapikan selimut agar tubuh Vivienne tetap hangat. Namun hampir setiap kali, Vivienne terbangun dengan keluhan. “Jer… aku capek sekali. Punggungku sakit. Bayinya nendang terus,” suara Vivienne lirih, penuh keluhan. Jeremi buru-buru duduk di sisi ranjang, menggenggam tangan Vivienne. “Sayang, kamu mau aku pijit punggungmu? Aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN