Bab 189

2397 Kata

Pagi itu suasana rumah keluarga Vincent hangat sekali. Sinar matahari menerobos jendela besar ruang makan, menyinari meja panjang yang sudah penuh dengan sarapan buatan para pelayan rumah. Aroma kopi hitam buatan khusus untuk Vincent memenuhi ruangan, bercampur dengan wangi roti panggang dan buah segar. Vincent turun dari lantai atas dengan pakaian rumahnya yang sederhana, langkahnya tenang namun penuh wibawa sebagaimana biasanya. Di tangannya ia masih membawa koran pagi, kebiasaannya sejak muda yang tak pernah hilang. Saat memasuki ruang makan, pandangannya langsung tertuju pada sebuah piring besar di sudut meja yang berisi beberapa potong pizza sisa malam tadi. Kening Vincent berkerut, bibirnya tersenyum tipis. "Apa ini? Pizza? Tengah malam siapa yang makan pizza di rumah?" suaranya be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN