Jeremi yang sedang duduk di ruang keluarga tiba-tiba melihat Vivienne membawa mangkok untuk diletakkan di meja makan. Matanya langsung melebar, napasnya sedikit terengah, dan ia segera berdiri. “Sayang! Apa yang kau lakukan?!” Jeremi berseru, suaranya setengah panik, setengah marah. Vivienne menatapnya dengan bingung. “Jeremi… aku cuma mau meletakkan mangkok ini di meja. Aku ingin sarapan untuk kita berdua…” Jeremi langsung menghampiri, tangannya meraih mangkok itu sebelum Vivienne sempat menaruhnya. “Tidak! Sayang… jangan lakukan itu! Kau tidak boleh capek, tidak boleh repot, apapun! Aku yang akan urus semuanya!” Pelayan yang sedang berada di dapur kaget melihat Jeremi tiba-tiba berlari ke Vivienne. Seorang pelayan muda menunduk malu. “Tuan Jeremi… maaf… saya kira… Nyonya Vivienne bis

