Hari itu, kantor Jeremi begitu sibuk. Telepon berdering silih berganti, rapat demi rapat menumpuk di kalender digitalnya. Jeremi duduk di meja kerjanya, memeriksa laporan keuangan, ketika tiba-tiba pintu kantornya terbuka. “Jeremi…” suara Vivienne terdengar lembut tapi penuh semangat. Jeremi menoleh, matanya terbelalak. Di tangan Vivienne tergenggam begitu banyak kue, roti, dan makanan ringan, semuanya tersusun rapi di nampan besar. “Vivienne… apa-apaan ini? Kau datang ke sini membawa semua ini?” Vivienne tersenyum cerah, matanya berbinar. “Aku pikir… kenapa tidak membuat hari ini spesial untuk semua orang di kantormu, Jer? Mereka bekerja keras, dan aku ingin memberi mereka kejutan kecil.” Jeremi hanya bisa menggelengkan kepala, setengah heran, setengah tertawa. “Sayang… kau benar-bena

