Pagi itu, suasana rumah keluarga Vincent terasa berbeda. Nancy baru saja menyiapkan sarapan di meja makan ketika Rosalinda turun dari kamar dengan wajah semangat, mengenakan dress putih sederhana dan rambut terurai rapi. Hari ini seharusnya hari yang ia tunggu-tunggu—hari di mana ia dan Valiant akan memilih cincin pernikahan mereka. Namun semangatnya seketika surut begitu ia melihat ponselnya bergetar di atas meja. Pesan dari Valiant masuk, singkat tapi tegas. **“Sayang, aku harus terbang ke Jepang hari ini. Ada meeting mendadak dengan klien besar. Aku janji segera pulang setelah urusan selesai. Maafkan aku.”** Rosalinda menatap layar itu lama, seolah tak percaya. Ia menghela napas, menaruh ponsel pelan di meja dan menatap kosong ke arah taman. Nancy yang duduk di seberangnya langsung m

