Keesokan paginya rumah terasa lebih tenang. Matahari baru naik, menyinari ruang tamu yang dipenuhi dengan mainan bayi dan peralatan si kembar. Nayla sudah bangun lebih pagi dari biasanya, bahkan sebelum Vivienne menurunkan si kembar dari kamar. Dia duduk di sofa sambil menatap boks bayi yang kosong dengan wajah bersemangat. "Hari ini aku harus bisa," bisiknya pada diri sendiri, seolah sedang menantang dirinya. Vivienne keluar dari kamar sambil menggendong Julian, sementara Jeremi membawa Jelena. Wajah Vivienne tampak sedikit lelah, tapi ia tersenyum melihat adiknya sudah menunggu. "Wow, tumben bangun pagi," ucap Vivienne sambil duduk di sofa. Nayla mendengus. "Aku serius, Vi. Aku mau belajar beneran. Ajarin aku gendong dulu, ya. Jangan galak." Jeremi tertawa kecil sambil menaruh Jelen

