Pagi itu rumah Vivienne dan Jeremi masih terasa sepi, hanya sesekali terdengar suara rengekan kecil dari kamar bayi. Vivienne tertidur di sofa ruang tengah dengan kepala bersandar ke bantal, tubuhnya masih lelah setelah semalaman menjaga si kembar. Di sudut lain, Jeremi duduk di kursi dengan mata setengah terpejam, tapi tangannya masih setia menggenggam botol s**u bayi yang baru saja selesai diberikan pada Julian. Pintu rumah diketuk, lalu terbuka. Nancy dan Vincent masuk sambil membawa beberapa kantong besar berisi makanan dan buah tangan untuk cucu mereka. Begitu melihat suasana rumah, Nancy langsung terenyuh, sementara Vincent mengerutkan kening melihat keadaan menantunya. “Jeremi,” panggil Nancy lembut, “kamu belum tidur, ya? Wajahmu pucat sekali.” Jeremi tersentak sedikit lalu ters

