Sejak kelahiran si kembar, aura Jeremi di perusahaan benar-benar berubah total. Para karyawan yang sebelumnya hanya mengenalnya sebagai sosok tegas, dingin, dan fokus pada pekerjaan kini mulai melihat sisi lain dari sang direktur. Senyum Jeremi lebih sering muncul, caranya menegur tidak lagi tajam seperti dulu, bahkan sesekali terdengar canda ringan dari mulutnya yang membuat ruang kerja tidak lagi terasa menegangkan. Kehadiran si kembar seolah telah melumerkan tembok dingin yang dulu selalu ia tegakkan di antara dirinya dan para bawahannya. Beberapa karyawan senior yang sudah bertahun-tahun bekerja di perusahaan itu sampai kerap saling berbisik bahwa mereka seakan memiliki bos baru. Jeremi yang dulu dikenal ambisius, tidak kenal lelah, dan selalu menuntut hasil sempurna, kini lebih banya

