Vivienne malas bertemu dengan Jeremi. Setiap kali Jeremi mencoba menghubungi atau mengajaknya bertemu, ia selalu punya alasan untuk menolak. Awalnya Jeremi mengira Vivienne hanya sibuk dengan kuliah dan tugas-tugasnya, tetapi semakin lama ia merasa ada yang berbeda. Vivienne bukan hanya sibuk, melainkan sengaja menghindar. Jeremi mulai memperhatikan pola itu, bagaimana pesan-pesannya sering kali hanya dibalas singkat, bagaimana teleponnya dibiarkan berdering tanpa diangkat, bagaimana setiap ajakan untuk bertemu selalu dijawab dengan kalimat, “Aku lagi banyak tugas, nanti saja.” Jeremi mencoba menahan dirinya untuk tidak terbawa emosi. Ia tahu, memaksa hanya akan membuat Vivienne semakin menjauh. Namun di dalam hatinya ada rasa khawatir yang tumbuh. Ia ingat jelas pembicaraannya dengan Vin

