Vivienne duduk di sofa ruang keluarga dengan wajah tertunduk. Kedua tangannya saling menggenggam erat, seolah mencoba menenangkan gemetar halus yang tidak juga hilang. Nancy duduk di sampingnya, menatap lembut meski ada nada khawatir dalam sorot matanya. Vincent berdiri di depan mereka, dengan wajah tegas dan suara berat yang membuat suasana terasa makin menekan. "Papa sudah bilang," ucap Vincent tegas. "Kalau kamu memang tidak mau dengan Jeremi, katakan saja dengan jelas. Jangan tarik ulur, jangan hanya diam. Kalau kamu tidak sanggup, lebih baik putus sekarang sebelum semuanya makin rumit." Kalimat itu seperti hantaman besar di d**a Vivienne. Nafasnya tercekat, matanya langsung memanas, tapi dia menunduk lebih dalam. Dia tidak berani menatap Papa maupun Mama. Bayangan Jeremi terlintas j

